Sebulan.
Dua bulan.
Tiga bulan.
Empat bulan
berlalu. Namun orang itu tidak pernah kembali untuk menjemputnya.
Apa yang terjadi?
Apakah orang itu sudah melupakannya?
Melupakan bahwa
mereka menunggu kedatangannya di sini?
Apakah orang itu melupakan janjinya untuk terus bersama?
Apa benar begitu?
***
Dia terdiam
sambil menatap kosong pada pemandangan kota di malam hari yang
terhampar indah di hadapannya.
Sudut hatinya terasa meronta-ronta dan meringis sakit tanpa alasan.
Rasanya ada tangan tak kasat mata yang meremas jantungnya.
Ada yang kosong.
Ada yang hilang.
Tapi dia tidak tahu apa sesuatu yang hilang itu.
Ada sesuatu yang tengah menunggunya.
Tapi dia tidak
tahu kemana harus pulang.
Dia merindukan sesuatu.
Tapi apa sesuatu itu?

No comments:
Post a Comment